Sekali Lagi tentang MATI
Bismillahirrohmanirrohim…
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan“
(QS. 3:185)
Rabu, 4 Februari 2009 jam 20.04 WIB saya di SMS bahwa Istri salah seorang tentor diBimbel tempat saya bergabung meninggal dunia. Sebelumnya beliau kecelakaan di depan rumah hari Senin dan ada tulang pinggulnya yang ‘cuil’. Selasa kemarin beliau menjalani Operasi dan ketika di jenguk Selasa sore, beliau sudah terlihat sangat SEHAT. Sudah bisa bercanda, dan rencananya Kamis akan pulang ke rumah. Tapi tiba – tiba,,beliau dikabarkan meninggal dunia. Beliau meninggal dengan meninggalkan 1 orang suami dan 1 orang anak berusia 4 tahun. Banyak pendapat tentang kematiannya, ada yang menyalahkan sang dokter karena dianggap salah memberikan obat(beliau kejang dan meninggal setelah meminum obat), ada yang menyalahkan supir bus karena menghindari penyebrang dan menabrak. Tapi yang jelas, beliau meninggal karena memang sudah TAKDIR Nya
“ Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika memperoleh kebaikan, mereka mengatakan:"Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan:"Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah:"Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun.”
( QS. 4:78 )
Tidak ada yang tahu sampai berapakah USIA kita, bahkan kita tidak tahu apa yang akan kita lakukan dan apa yang akan terjadi di diri kita sedetik yang akan datang.
Saudaraku, cukuplah KEMATIAN menjadi Tausiyah paling menyentuh Qalbu kita, cukuplah Orang – orang yang khusnul khotimah menjadi tauladan bagi kita dan cukuplah Allah dan Rasul menjadi kekasih kita yang paling ingin kita temui di Kehidupan kita kelak.
“ Sebaik-baik teladan adalah orang yang telah meninggal. Yakni yang jelas tanda – tanda Khusnul kotimahnya” (Abu Bakar Ash-Shiddiq)
Tidak ada jaminan bahwa kita yang hari ini masih bisa tertawa, besok masih bisa
Tidak ada jaminan bahwa kita yang hari ini masih bisa menikmati semua nikmatNya di dunia, besok masih bisa.
Dan tidak ada jaminan bagi kita jika saat ini kita masih ber IMAN besok iman itu masih ada!!
Keep ISTIQOMAH, jadilah kita saudara yang saling mengingatkan hingga akhirnya kita akan meninggalkan dunia ini dengan keadaan sebaik – baiknya!!
“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi atas semua hamba-Nya, dan diutusnya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS. 6:61)
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. 3:102)
Walllahu’alambishowab
referensi : Al-Quran, Tarbiyah Dzatiyah (Solikhin Abu Izzudin)

Semua itu berasal dari Allah swt… dan semua juga akan kembali pada Allah swt… Jadi semua tindakan kita didunia ini harus kita pertanggung jawabkan di Akhirat nanti…
Hanya Allah yang tahu kapan kita akan kembali…
“Kullu nafsin ja ikatul maut.”
Semoga kita semua umat Islam wafat dalam keadaan khusnul khatimah…