15 Februari 2009, 08.00 WITA
Aku masih terpana didepan cermin. Sendiri. Hari ini, wajahku tidak seperti biasa, baju yang kukenakanpun tidak seperti biasa. Baju putih panjang lengkap dengan kaus kaki putih dan sarung tangan putih ini memang baru beberapa pekan yang lalu diantar ke rumah oleh seorang penjahit langganan keluarga. Jilbab putih lebar yang kukenakan saat ini masih bersih meskipun bukan jilbab baru, tapi kali ini jilbab putih ini tampak lebih cantik dengan tambahan melati segar yang melingkar dikepala dan selendang panjang.
Subhanallah wal hamdulillah wa laa illaahaillallah,,,
Kuucapkan kalimat dzikir untuk menutupi rasa syukur yang bercampur dengan ketegangan.
****
9 November 2008, 21.00 WITA
“Aisyah, ada telfon dari pamanmu di Jakarta” sapa ibuku,
“Iya bu, sebentar,,”
Aku mulai meletakkan mushaf yang kubaca sejak isya tadi. Segera setelah mukena kulipat, aku menghampiri ibu yang masih berbicara dengan paman.
“Dek, ini Aisyahnya datang. Coba dibicarakan sendiri ya,,” Ibu memberitahu kepada paman kalau aku sudah siap meneriman teleponnya. Dengan cepat, ibu memberikan gagang telepon. Tapi ada yang berbeda di raut wajah ibu..
“Iya paman, ini Aisyah” sapaku.
“ Bagaimana kabarmu, nak? Gimana kuliahnya? “ tanyanya. Adik kandung bapak ini memang sudah sangat akrab denganku. Beliau adalah salah satu orang yang sering menjadi tempatku bertanya saat ada yang tidak kupahami mengenai Islam.
“ Alhamdulillah baik Paman, meskipun semester 3 ini cukup berat, tapi InsyaAllah bisa Aisyah lewati. “
“ Baguslah nak kalau begitu. Semoga Allah senantiasa memberimu kemudahan” doa pamanku
“ Amiinnnn,,,,,,” aku mengamininya.
“ Nak, ada hal penting yang ingin paman sampaikan. “ pamanku tampaknya mulai serius.
“ Iya paman, Aisyah siap mendengarnya “
“ Paman punya cerita nak, dengarkan baik-baik ya… Kemarin, setelah paman sholat subuh di masjid dekat rumah, paman berbincang-bincang dengan seorang pemuda. Dia bukan pemuda asli Jakarta. Kebetulan saat itu beliau sedang ditugaskan di salah satu kantor cabang di Jakarta. Kami bercerita banyak. Tentang kehidupannya, tentang kepribadiannya, tentang pekerjaannya dan sebagainya. Dari cerita yang beliau ungkapkan, paman tahu, beliau orang yang baik. Keinginannya untuk mempelajari Islam dan memperbaiki diri sangat besar. Dan yang paling penting, beliau sudah ada keinginan untuk menikah. Usianya saat ini 23 tahun. Selisih 4 tahun denganmu. Paman langsung teringat kamu nak, bukankan kamu sudah ada keingingan menikah? Setelah berfikir, paman memintanya untuk silaturahim ke rumah paman malam harinya setelah selesai kerja. Subhanallah nak, beliau memenuhi undangan paman, malam harinya beliau ke rumah paman. Saat itu juga paman menceritakanmu nak, semua tentangmu. Dan akhirnya, paman memintanya untuk membuat data diri yang lengkap disertai foto jika memang berminat. Subhanallah, pagi harinya, beliau datang dengan membawa data diri yang sangat lengkap. Setelah membaca data diri itu, paman sangat yakin beliau memang orang yang baik dan sesuai dengan kriteriamu. Tanpa berfikir panjang, paman memintanya untuk langsung mengkhitbahmu. Jadi, telepon paman ini untuk menyampaikan kepada Aisyah tentang khitbah pemuda itu. Namanya Ahmad, beliau asli Semarang, Jawa Tengah. Bagaimana denganmu nak? Paman telah menceritakan hal ini dengan ibumu tadi, dan Paman juga telah meminta tolong kepada ibumu untuk menyampaikannya kepada Ayahmu. InsyaAllah jika memang kamu menerimanya, paman yang akan langsung memberitahukan ini ke Ayahmu. Bagaimana nak? “
Air mataku tiba-tiba lancer membasahi pipiku. Aku langsung sujud syukur saat itu juga. “ Ya Allah,,inikah jawaban dari doa-doaku? Ya Rabb, terimakasih ya Rabb,,,, ”
“ Bagaimana nak? “ suara paman menyadarkanku.
“ Apakah Paman yakin, beliau baik untuk Aisyah? “ tanyaku
“ Iya, InsyaAllah paman sangat yakin, beliau baik untukmu nak,” pamanku meyakinkanku,
Aku menoleh ke arah ibu yang dari tadi berada disampingku, seolah paham apa yang ada dibenakku, ibu mengangguk perlahan dan berkata, “ Ibu serahkan semua kepada Aisyah “
“ Paman, Aisyah ingin seperti bunda Zainab binti Jahsy, saat Rasulullah mengirimkan utusan untuk melamarnya, bunda Zainab tetap beristikharah meskipun bunda Zainab tahu bahwa itu merupakan kebaikan tertinggi. Maka, berilah Aisyah waktu 3 hari untuk Aisyah beristikharah. InsyaAllah, Aisyah akan mengabari paman 3 hari lagi, “ jawabku dengan nada bergetar.
Anas ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melamar Zainab. Zainab menjawab,
“Saya tidak bisa memutuskan sesuatu hingga Rabb saya memerintahkan kepada saya. Maka ia pun berdiri ke temoat sujudnya (sholat istikharah) “
(H.R Muslim)
***
11 November 2008, 20.00 WITA
“ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikan kebaikan kepadaMu dengan ilmu Mu, aku memohon kemampuan kepadaMu dengan kekuasaanMu, dan aku memohon kepadaMu dari anugerah Mu yang agung. Sesungguhnya,Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Zat Yang Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa pernikahan ini ialah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya. Dana apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ialah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apa pun yang terbaik, kemudai ridhailah aku dengannya”
Doa istikharah itu menutup sholat istikaharahku di hari ke tiga ini. Alhamdulillah, setelah selesai sholat, aku semakin yakin untuk menerima pinangan pemuda bernama Ahmad itu.
Masih mengenakan mukena putihku, aku meraih HP Nokia 2626 merah di atas tempat tidurku. Aku mulai menuliskan SMS untuk pamanku di Jakarta. Dengan tangan bergetar, Bismillahirrohmanirohim,,
“Assalamu’alaykum Wr Wb. Paman, InsyaAllah Aisyah sudah istikharah, dan Aisyah pun telah yakin. Bismillah,,Aisyah menerima pinangan pemuda itu”
SMS singkat itu langsung kukirimkan ke nomor paman yang di Jakarta. Lima menit kemudian, HP mungilku bordering, panggilan masuk dari Paman. Langsung kuangkat,
“ Iya Paman,,” sapaku
“Alhamdulillah,,,Barakallah,,,kabar gembira ini akan paman sampaikan kepada pemuda itu. InsyaAllah, besok, paman akan memintanya untuk menelponmu. Besok, paman minta dikirim fotomu ya nak, tanpa cadar tentunya “ suara pamanku tampak gembira
“ Iya paman, InsyaAllah, besok Aisyah kirimkan foto Aisyah. Tanpa cadar tentunya “ aku menyanggupinya.
***
15 Februari 2009, 09.00 WITA
“ Aisyah, sudah siap? “ Ibu membuyarkan lamunanku,
“ Ayo, semua sudah siap di Masjid, nak Ahmad juga sudah datang bersama keluarganya. Pak penghulu juga sudah siap. Kami menunggumu sekarang “ ajak ibuku
Suara tilawah Qur’an dari masjid At-Taqwa terdengar semakin keras, seiring semakin dekatnya langkahku menuju masjid itu.
“ Bismillah,,,,Ya Rabb,,berikanlah keberkahan bagi pernikahan hambaMu ini. “
doaku saat ijab itu mulai diucapkan.
NB : terinspirasi dari kisah “SEBENARNYA” tapi dengan nama, tempat dan waktu yang diubah. Semoga bisa kita ambil ibrohnya bersama ^^.
Special untuk sahabatku yang akan menikah beberapa bulan lagi,
Akhirnya kau menemukannya ^^
Solo, 11 November 2009, 10.15 WIB
Pada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabi’ah. Ia meminta nasehat kepada Ibrahim agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya.
Ia berkata, “Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya!”
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, “Jika kau mampu melaksanakan lima syarat yang kuajukan, aku tidak keberatan kau berbuat dosa.”
Tentu saja dengan penuh rasa ingin tahu yang besar Jahdar balik bertanya, “Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?”
“Syarat pertama, jika engkau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rezeki Allah,” ucap Ibrahim.
Jahdar mengernyitkan dahinya lalu berkata, “Lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rezeki Allah?”
“Benar,” jawab Ibrahim dengan tegas.
“Bila engkau telah mengetahuinya, masih pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, sementara Kau terus-menerus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintahnya?”
“Baiklah,” jawab Jahdar tampak menyerah.
“Kemudian apa syarat yang kedua?”
“Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya,” kata Ibrahim lebih tegas lagi.
Syarat kedua membuat Jahdar lebih kaget lagi. “Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?”
“Benar wahai hamba Allah. Karena itu, pikirkanlah baik-baik, apakah kau masih pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kau terus berbuat maksiat?” tanya Ibrahim.
“Kau benar Aba Ishak,” ucap Jahdar kemudian.
“Lalu apa syarat ketiga?” tanya Jahdar dengan penasaran.
“Kalau kau masih bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempar bersembunyi dari-Nya.”
Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. “Ya Aba Ishak, nasihat macam apa semua ini? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?”
“Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya, pantaskah kau melakukan semua itu?” tanya Ibrahin kepada Jahdar yang masih tampak bingung dan terkesima. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabi’ah tidak berkutik dan membenarkannya.
“Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat keempat?”
“Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal saleh.”
Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukannya selama ini. Ia kemudian berkata, “Tidak mungkin… tidak mungkin semua itu aku lakukan.”
“Wahai hamba Allah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?”
Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasihat kepada lelaki itu.
“Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat nanti, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!”
Lelaki itu nampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal ia berkata, “Cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah.”
Jahdar memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu’.
Ibrahim bin Adham yang sebenarnya adalah seorang pangeran yang berkuasa di Balakh itu mendengar bahwa di salah satu negeri taklukannya, yaitu negeri Yamamah, telah terjadi pembelotan terhadap dirinya. Kezaliman merajalela. Semua itu terjadi karena ulah gubernur yang dipercayainya untuk memimpin wilayah tersebut.
Selanjutnya, Ibrahim bin Adham memanggil Jahdar bin Rabi’ah untuk menghadap. Setelah ia menghadap, Ibrahim pun berkata, “Wahai Jahdar, kini engkau telah bertaubat. Alangkah mulianya bila taubatmu itu disertai amal kebajikan. Untuk itu, aku ingin memerintahkan engkau untuk memberantas kezaliman yang terjadi di salah satu wilayah kekuasaanku.”
Mendengar perkataan Ibrahim bin Adham tersebut Jahdar menjawab, “Wahai Aba Ishak, sungguh suatu anugrah yang amat mulia bagi saya, di mana saya bisa berbuat yang terbaik untuk umat. Dan tugas tersebut akan saya laksanakan dengan segenap kemampuan yang diberikan Allah kepada saya. Kemudian di wilayah manakah gerangan kezaliman itu terjadi?”
Ibrahim bin Adham menjawab, “Kezaliman itu terjadi di Yamamah. Dan jika engkau dapat memberantasnya, maka aku akan mengangkat engkau menjadi gubernur di sana.”
Betapa kagetnya Jahdaar mendengar keterangan Ibrahim bin Adham. Kemudian ia berkata, “Ya Allah, ini adalah rahmat-Mu dan sekaligus ujian atas taubatku. Yamamah adalah sebuah wilayah yang dulu sering menjadi sasaran perampokan yang aku lakukan dengan gerombolanku. Dan kini aku datang ke sana untuk menegakkan keadilan. Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala rahmat-Nya.”
Kemudian, berangkatlah Jahdar bin Rabi’ah ke negeri Yamamah untuk melaksanakan tugas mulia memberantas kezaliman, sekaligus menunaikan amanah menegakkan keadilan. Pada akhirnya ia berhasil menunaikan tugas tersebut, serta menjadi hamba Allah yang taat hingga akhir hayatnya.
Seorang sahabat baru saja silaturahim ke rumah saya, teman seperjuangan di masa lampau. Sebelum ke rumah, rupanya beliau sempatkan untuk “melihat napak tilas bangunan yang ia bangun”. Mengetahui kenyataan bahwa, “bangunan” yang ia bangun dulu RUNTUH tanpa ada yang merawatnya sama sekali, beliau bercerita dengan sangat “sedih”. Dengan semangatnya beliau menceritakan bagaimana susah payahnya dulu ia membangun bangunan itu bersama kawan-kawannya, bagaimana ia mencoba menghadapi segala rintangan demi mencapai apa yang ia dan teman-teman “selingkarannya” cita-citakan, bagaimana ia dan kawan-kawannya mengatur strategi-strategi untuk sebuah “perbaikan”, tapi ada satu yang setidaknya membuat ia bahagia, “Uang dari kotak infaq yang dulu kami usulkan dan buat sekarang sudah mencapai angka sekitar 10 juta setelah dikurangi untuk mengadakan berbagai taklim”. Itulah satu-satunya kabar yang membuat ia bahagia saat menceritakannya pada saya. Banyak hal yang ia ceritakan, kurang lebih 2 jam waktu untuk ia bercerita dan diskusi. Meskipun sudah hamper 4 tahun ia tidak lagi berjibaku dengan dunia “dakwah” yang ia geluti dulu, tapi saya kagum, ia masih sangat fasih berbicara tentang DAKWAH. Kadang saya malu juga, ia lebih SEMANGAT dibandingkan saya yang saat ini masih menyandang status aktivis! Setelah ia sampai rumah, beliau SMS, “apa karena kegusaranku ya,Q mesti liqo lagi.”
“Alhamdulillah,,,akhirnya ia kembali” saya pun bersyukur. Apa yang membuat ia kembali? Karena ia RESAH dengan apa yang ia lihat sekarang. Semoga ini awal yang baik, semoga ini memang jalan yang ia tempuh agar ia KEMBALI.
RESAH, pernah mengalaminya?
Untuk sebuah perbaikan, atau bahasa kerennya DAKWAH, saya rasa RESAH adalah hal yang mutlak diperlukan oleh penggeraknya.
Ketika anda MALAS untuk mengerjakan amanah-amanah yang dibebankan kepada Anda, RESAH mampu mengobatinya, dengan keRESAHan seorang yang berhenti akan segera BERGERAK untuk melakukan segala aktivitasnya, seorang yang MATI pun bias HIDUP lagi (mati aktivitasnya, contohnya teman saya di atas). Di syuro-syuro terkadang beberapa menit bahkan digunakan untuk memunculkan keresahan!!
RESAH berarti PEDULI dengan apa yang TERJADI
RESAH berarti mencoba MELAKUKAN YANG TERBAIK untuk lingkungan
RESAH berarti BERGERAK dengan penuh kesadaran kenapa ia harus BERGERAK!!
Anda mengaku aktivis, tapi anda tidak RESAH?? Perlu ditanyakan kembali!!
Ini bukan singkatan dari Dewan Perwakilan Rakyat yang sekarang marak dibicarakan menjelang PEMILU LEGISLATIF 2009. Di MIPA, adanya BEM dan DEMA FMIPA UNS. Singkatan DPR sempat membuatku bingung saat dulu masuk di FMIPA tahun 2005 dan menurut adek-adek tingkat yang pertama masuk FMIPA juga bingung dengan singkatan DPR. Sebagai mahasiswa baru, undangan dari kakak tingkat yang bertuliskan “tempat di DPR MIPA” membuat saya bingung juga…karena, tidak ada gedung DPR di MIPA.

Suatu saat saya mengundang adek-adek mahasiswa baru untuk berkumpul di DPR FMIPA. Tidak banyak, sekitar tujuh orang saat itu. SMS yang saya kirim memang bertuliskan, “…tempat@DPR MIPA”. Sampe jam yang dijanjikan ternyata mereka belum juga datang,,,,dan setelah beberapa saat menunggu akhirnya mereka SMS, “mbak, DPR itu sebelah mana ya??” meskipun geli, akhirnya saya balas juga “Dibawah pohon rindang dek,,,Ok,mbak tunggu di DPR yang dibawah parkiran yach”. Akhirnya setelah beberapa saat SMS terkirim, datanglah adek-adek. Duduk sebentar, mereka langsung curhat, “Mbak! Aku tadi nyari DPR g ketemu-ketemu, tanya ke TU, ibunya g tahu!!!maaf ya mbak telat” Gubrak!! Kuaget saya,,,kok tanya ke TU? Tapi tidak apalah, setidaknya mereka bisa tahu juga.hihihi..
Yupz,DPR MIPA adalah singkatan dari Dibawah Pohon Rindang MIPA, sebuah tempat yang rindang, asyik untuk belajar bersama, bercengkrama, berdiskusi, curhat-curhatan, dan serangkaian kegiatan lain yang memerlukan kenyamanan. Itulah DPR MIPA, tempat yang POPULER di MIPA, bahkan mungkin lebih popular dibandingkan kantor-kantor jurusan, perpustakaan, secretariat lembaga, ataupun AULA MIPA. Bahkan, teman-teman dari luar MIPA pun mengenal istilah DPR MIPA dan sering juga mengadakan kegiatan di sini.
Menurut saya, DPR yang berada di atas shelter MIPA merupakan DPR yang paling nyaman, ada jalan setapak rindang untuk dilewati oleh pejalan kaki (saya dulu sering memilih jalan ini untuk ke MIPA setelah jalan dari gerbang depan), pemandangannya apik karena ada tikungan jalan antara kedokteran dan MIPA, tidak terlalu banyak nyamuknya dibandingkan dengan DPR yang berada di bawah tenpat parker sepeda motor. Lagipula, banyak kenangan pula di DPR yang berdekatan dengan secretariat HIMATIKA ini. Disinilah Bsidang II Himatika tahun 2006 sering mengadakan rapat bidang, bahkan kita sampai mengklaim bahwa tempat ini adalah basecam bidang II,hehehe…meskipun dekat dengan selokan, but it’s okey! Kita tetap bisa nyaman kok (akhirnya melahirkan sandal). Disinilah saya sebagai mahasiswa baru mengenal kakak-kakak tingkat saya karena pengakraban angkatan selalu diadakan di tempat ini (setidaknya hingga angkt 2008 masuk). Disinilah bidang II HIMATIKA mengevaluasi kinerjanya selama satu tahun, sebuah evaluasi yang langsung dari HATI kita masing-masing. Disinilah tempat yang disukai panitia OSMARU saat melihat simulasi aksi mahasiswa baru (aman, tempatnya tinggi sih!). disinilah baru –baru ini kami berDELAPAN tambah satu mengadakan pemotretan (heheh…narsis, untung sudah mengadakan pemotretan). Ketika bunga kuning di UNS berguguran, tempat ini pun menjatuhkan banyak bunga kuning, bahkan saya pernah dengan sengaja berdiri ditengah DPR hanya untuk menikmati bunga kuning. Disini pulalah game-game saat dulu magang di SKI MIPA, saat acara-acara konsolidasi lembaga diadakan. Dan harus diakui pula, DPR MIPA adalah lahan subur untuk meng”Hijaukan” MIPA secara utuh. Kegiatan-kegiatan TARBAWI sering diadakan disini. Saat saya dulu Follo Up AAI, follow up AAI bersama adek-adek 2007, AAI bersama adek-adek 2008, dan kajian pun pernah diadakan disini.
Lalu, mengapa saya harus menulis semua ini?

Saya agak tersentak ketika Jumat saya ke kampus (meskipun tidak ke MIPA) saya mendapati DPR rata dengan tanah. Pohon-pohon tumbang, jalan setapak yang sering dilalui tak ada lagi, pohon berganti dengan traktor dan alat bangunan yang lain, ada beberapa bangunan kecil yang tebuat dari kayu. “mungkin dimulai kamis kemarin waktu liburan nyepi” itu yang ada didalam hati saya. Sebenarnya, dalam hati kecil agak sedikit tidak rela ketika DPR itu rata dengan tanah, spontan saya berfikir, “yah…tidak punya basecam lagi dong..” tapi saya sadar, inilah gedung C FMIPA yang sudah lama dijanjikan dan memang menjadi tuntutan mahasiswa mengingat gedung A dan B sudah penuh dengan mahasiswa. Fasilitas perlu ditambah guna kelancaran kegiatan perkuliahan dan demi membentuk mahasiswa yang ulung. Akhirnya saya bersyukur dengan dibangunnya gedung ini…
Saya harap, kelak ketika gedung C ini sudah jadi (mungkin saya tidak bisa menggunakannya), ada sedikit catatan sejarah mengenai DPR MIPA yang keberadaannya diakui hingga manca jurusan. Semoga, gedung C ini mampu dimanfaatkan sebaik mungkin terutama bagi mahasiswa-mahasiswa yang entah nanti berapa tahun jaraknya dibawahkku, dan semoga meskipun tak ada lagi DPR, MIPA tetap hijau, tetap sejuk, tetap nyaman karena manusia-manusia cerdas dan berakhlak mulia yang mengisi tiap-tiap sudut di MIPA. Amiin..
Everyday I Love U
I don’t know, but I believe
That somethings are made to be
And that You’ll make a better me
Everyday I Love U
Ya Allah, sungguh HambaMU ini adalah hamba yang lemah
Kuyakin, segala apa yang Kau takdirkan untuk terjadi pada diriku adalah bagian TARBIYAH dariMu, sebagai jalan untukku memperbaiki diri.
Ijinkan aku mengambil pelajaran, demi upayaku untuk menunjukkan cintaku padaMu
I never thought that dreams came true
But You showed me that they do
You know that I learn something new
Everyday I love U
Ya Allah, kutahu aku memiliki berbagai Impian dan cita-cita di dunia ini
Seringkali dalam kesendirian dan kegusaran, aku berpikir, apakah mungkin semua itu bisa tercapai dengan baik???
Namun Kau telah menunjukkannya, dengan mengabulkan doa-doa dan impianku..
Dengan memberiku berbagai HIKMAH dan pelajaran pada cita-citaku yang tidak terwujud.
Coz I believe that destiny
Is out of my control (Don’t U khow that I do)
And You’ll never leave
Until You Love
With all Your heart and Soul
Ya Allah kusadar sepenuhnya bahwa pelajaran hidupku ini jauh di luar kuasaku untuk menentukannya
Namun kuyakin, Engkau tak pernah meninggalkanku, dan Kau beri aku kesempatan untuk berjuang di jalanMu
Dengan jiwa dan raga demi menggapai cintaMU
It’s a touch when I feel bad
It’s a smile when I get mad
All the little things I’m
Everyday I love U
Ya Allah, sentuhan keimanan yang Kau berikan saat aku merasa diri ini makin hancur, senyum ketenangan yang Kau anugerahkan saat murka mencekat…
Itulah sedikit diantara hal sepele yang dengannya Kau menunjukkan betapa diriMU Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…
If I asked would You say yes
Togheter we’re they very best
I know that I’m truly blessed
Everyday I love U
Ya Allah, berulang kali Kau jawab doaku dengan keberhasilan akan perjuangan
Senantiasa Kau naungi aku dalam ukhuwah yang terindah dan terbaik diantara segala ikatan persaudaraan di dunia ini
Sungguh, kusadar betapa beruntungnya diri ini bisa merasakan nikmat-nikmat yang Kau berikan, yang mungkin tidak semua manusia mendapatkannya.
And I’ll give U my best
Everyday I Love U
Ya Allah, ingin rasanya kuberikan yang terbaik untukMu, meskipun aku tahu….akulah yang membutuhkanMU.
Karuniakanlah cintaMU padaku, cintanya orang-orang yang mencintaiMU dan segala sesuatu yang dapat membuatku semakin mencintaiMU…setiap hari, setiap saat, setiap kali, setiap waktu…
Subhanallah,,,bulan Maret berlalu, rasanya buanyak menu CINTA yang kudapat pada bulan ini.
Menu cinta pertama

Saudari-saudariku,,,Allah menunjukkan CINTANYA dengan membuat hati kita gundah, dengan membuat kita kecewa, dengan membuat kita marah, dengan membuat kita menangis tertahan, ataupun dengan segala perasaan “tak enak” yang berkecamuk di dada kita masing-masing. Inilah kisah kita di awal bulan ini.
Tapi Saudariku,,dengan itulah kita tahu, bagaimana memprioritaskan sebuah amalan, bagaimana kita saling mengerti satu sama lain, bagaimana kita mampu menutupi sebuah kekecewaan dengan maaf yang tak terbatas dan sebuah kepercayaan untuk saudari kita yang lain, bagaimana kita memberikan senyuman yang terindah untuk saudari kita…dan itu kita dapatkan tepat di akhir bulan ini. Kita berkumpul lagi setelah sekian lama kita terpisahkan,,,,semoga Allah menyatukan hati kita, dimanapun kita berada…itulah menu cinta kita, mari kita ambil ibroh dari setiap peristiwa yang kita alami, agar kita mampu menjadi bangunan kokoh yang kita dambakan…
Menu cinta kedua

Sebelum berjihad di Sondakan, saya dan saudari-saudari saya ditempat lain menyempatkan membuat ROTI BOLU…meskipun dengan menu instan (bahan2nya beli paketan, g ngukur sendiri, heheh..) tapi cukup membuahkan Hasil yang memuaskan. Menu cinta ROTI Bolu itu terdiri dari Telur 6 buah, margarine 200 gram yang sudah dicairkan, tepung roti (Instan!! Heheh) ditambah dengan SABAR, KERJASAMA, TANGGUNGJAWAB, KOMPAK, PENGERTIAN, PERJUANGAN. Yupz, karena kita SABAR menunggu yang lain (sampai 1 jam kan?), kita mampu bertanggungjawab dengan semua bagian yang diberikan untuk kita dan melakukannya dengan kompak dan dengan kerjasama yang hebat (meskipun ada yang dapat bagiannya makan thok! Hhehe), dan kita mampu mengerti keadaan saudari kita yang lain.
Yupz, itulah menu cinta kita, semoga Allah mengikat kita kapan pun juga. Oya, menu cinta kita ditambah dengan SHOLAT berjamaah di masjid PINK yang membuat sang tuan rumah betah di rumah..
Menu cinta ketiga

Subhanallah…rasanya, menjadi mahasiswa baru MIPA angkatan 2005 ternyata sudah lama juga ya…hamper 4 tahun kita menghabiskan waktu kita bersama di fakultas ini. Sekarang, waktunya kita mengerjakan TA untuk mendapatkan gelar sarjana kita. SKRIPSI 6 SKS yang membuat kita pusing, ribut sendiri dan mungkin karena itulah kita semakin jauh akhir2 ini! Agar tidak semakin jauh, tepat akhir bulan kita membuat menu cinta kita. SOP MATAHARI dan BAKWAN. Sederhana memang, tapi prosesnya…LUAR BIASA!!
Dimulai dari belanja bersama ke PASAR TRADISIONAL (Jongke) yang entah kita ini karena apa, jarang sekali ke pasar, selanjutnya proses pembuatan SOP MATAHARI, dari isi dan membuat kuliat sopnya, kuah sopnya dan beberapa aktivitas lain, dan tanpa direncanakan sebelumnya, karena isi SOP masih banyak ad aide untuk membuat bakwan,,,meskipun bakwan kita lain dari yang lain, (jamur, ayam, jagung, wortel. Aneh kan?),,,Yupz, jam makan siang tiba, tepat saat semuanya matang. Setelah sholat dhuhur, kita santap semuanya,,makin nikmat karena hawa panas dihalau dengan kehadiran es melon. Itulah menu cinta kita di akhir bulan ini, semoga kita mampu melanjutkan cita-cita akademis kita, dan mampu berUkhuwah hingga tua kelak…amiiinnn….
- Pagi Menjelang
- UNS
Pagi ini kusambut seperti biasa, sebelum akhirnya jam 7.30 berangkat ke kampus Perjuangan, UNS. Agenda utama hari ini adalah RIHLAH, sesuai dengan undangan, RIHLAH RUHIYAH.
Jalan yang saya tempuh hari ini seperti biasa, dari pagar rumah hijauku, melewati kampung “sawahan”, ketemu toko DIAN, belok kiri sampai tugulilin, belok kanan sampe ketemu perempatan jongke, belok kiri,,,terus,,,sampe purwosari, belok kanan kususuri Jalan Slamet Riyadi.. tapi.. setelah sampe Mangkunegara, karismaku kubawa belok kanan untuk sedikit mengitari wilayah itu.…teringat berita di Koran yang saya baca sebelum berangkat tadi, bahwa SBY mau ke Solo untuk meresmikan gedung MTA, makanya saya pengen lihat gedung MTA yang baru saja dibangun di depan istana mangkunegara. Subhanallah, saya benar-benar kaget melihat daerah itu, yang saya tahu sebelumnya di sekitar SMP 5 Solo itu took-toko sangat puadat!, tapi sekarang,,,saya bersyukur, sudah lebih Rapi. Jadi sedikit nyaman berkendara di daerah itu, mungkin karena slogan Solo yang baru, “Solo Kreatif, Solo Sejahtera”. Hem…cukup puas saya tahu kesibukan di depan gedung MTA, kembali saya ke jalan Slamet Riyadi lewat SMP N 10 Surakarta. Jalan Slamet Riyadi pun berujung, sampe air terjun Gladak, belok kanan hingga sampe depan Balaikota, belok kiri melewati Pasar Gede…perempatan pertama setelah Pasar Gede, karisma melaju ke kiri melewati kampong Cina (saya tidak tahu persis apa benar ini kampong Cina, yang saya tahu, tempat ini banyak berkumpul keturunan Cina, gedung-gedung dengan tema Cina juga banyak), terus…hingga akhirnya sampe ke perempatan kampong baru, ambil kiri melewati sangkrah (waktu Solo banjir, tempat ini termasuk yang parah terkena banjir), terus,,,sampe akhirnya ketemu pertigaan depan Indomaret belok kiri,,,ikuti jalan, kekanan, ke kiri melewati took Salwa,,pertigaan belok kiri,,terus,,melewati Rel kereta, SMP N 8 Surakarta, SMK (SMEA) Cokroaminoto, terus hingga sampa perempatan Pucang Sawit, belok kanan,,,terus,,,melewati TBJT,,Alhamdulillah Gerbang UNS didepan mata,,masuk ke Gerbang UNS depan,,kulewati umbul-umbul UNS berjajar untuk menyambut Dies Natalis UNS,,sampe depan Rektorat belok kiri, melewati Fakultas Pertanian,,terus,,hingga akhirnya sampai ke Fakultas tempat saya menimba Ilmu, Fakultas MIPA! Tapi, hari ini bukan jadwal saya untuk ke Fakultas, jadi karisma masih meluncur melewati FMIPA terus,,,melewati Fakultas KIP, NH, SC, setelah melewati Pos Satpam belakang kampus, belok kiri deh…hingga akhirnya sampai ke gedung mahasiswa depan gedung Mawa,,,YuPz, gedung itu bernama PORSIMA. Setidaknya ada 3 Organisasi yang menempati gedung ini saat ini, BEM UNS, Tempat saya berkarya untuk periode ini, DEMA UNS, dan Marching Band.

UNS
RIHLAH RUHIYAH diadakan di SC, tapi jam 8.05 sampe depan PORSIMA, nengok ke SC masih sedikit orang, terpanggil untuk nengok teman-teman putra yang mempersiapkan sambutan untuk pak SBY. Sambutan Ala Mahasiswa!! (yang putri tidak ikut demi keamanan). Naik ke lantai 2 gedung PORSIMA, teman-teman sedang asyik mempersiapkan karton-karton yang nantinya digunakan sebagai pelengkap sambutan, diselingi dengan Tawa Ceria, sesekali menulis “wasiat” dibuku catatan sejarah perlawanan. Siapa tahu ada yang terjadi ketika menyambut. Candanya. Jam 9 an, belum juga berangkat menyambut, ya sudah, saya ke SC, karena memang tidak ada lagi yang bisa dilakukan di Sekre kecuali menunggu instruksi dari pak pres BEM UNS.
RIHLAH Ruhiyah di SC, sampe disana presensi, sambil mencari nama adek-adek yang mungkin datang, bayar sunduq, ambil snack, polling, plastic hitam untuk sandal, duduk deh dibarisan paling belakang, sejenak mendengarkan alunan ayat cinya dariNya…Subhanallah, samudra untuk sebuah kekeringan. Setelah 10 menitan duduk, dapat surat CINTA dari Saudariku, Syukron Ukhti, InsyaAllah kita akan berjalan bersama-sama melewati jalan kita ya…acara dimulai, nasyid “keimanan” dan “penghambaan” dari grup Al-Banna mengawali acara setelah sebelumnya acara dibuka oleh ketua panitia, setelah nasyid, puisi dari seorang “akh”. Taujih dimulai, pembicara pertama adalah pak Wir, yang juga sebagai dosen s1 Ilmu Komputer. Inti materi dari beliau adalah, dakwah dapat dilewati dengan 3 hal, TOTALITAS kita, KEIKHLASAN kita, PENGORBANAN kita. Itulah Dakwah, bersungguh-sungguhlah di Jalan dakwah, jauhi VMJ yang sering menyerang aktivis. Pembicara ke dua ustadz Abdul Hakim, beliau banyak mengupas tentang Soleh Revolusioner,,,(tapi tidak dimuat untuk kali ini, karena memang bukan topic postingan kali ini,,hehe..) tapi entah kenapa dua ustadz tadi sangat sering membicarakan VMJ dan Skripsi, yah…kader memang harus menghindari VMJ dan segera menyelesaikan amanah kuliah (bagi semester akhir agar bisa melanjutkan amanah di tempat lain) dengan menulis Skripsi..alhamdulillah, acara berjalan lancar, semoga acara ini bisa menjadi titik balik Ruhiyah bagi audiens yang hadir. Tingkatkan kualitas RUHIYAH!!.
RIHLAH ruhiyah selesai, tapi, hem..sedikit berdesir juga ni hati ketika mendengar teman-teman yang AKSI ditangkap POLISI. Wah, saatnya wanita berperan (halah), mencari snack untuk mereka (bersama bu menteri POSDM) dan segera meluncur ke POLTABES Surakarta (depan SMA 4 Surakarta, Manahan). Sampai POLTABES, dihadang oleh 2 Polisi yang menjaga, snack yang kami bawa wajib dicicipi (takut kalau beracun kali ya?), menunjukkan kartu identitas, diwawancarai sebentar, akhirnya masuk ke samping gedung. Sampai sana sudah ada beberapa pengurus yang menunggu. Minum yang kita bawa langsung diminta, katanya kehausan. Ya sudahlah nggak papa, kasihan. Langsung masuk gedung dengan membawa Snack, naik ke lantai 2 tempat teman-teman ditahan,,tapi,,,snack ditahan diluar karena mereka sedang di introgasi dan diceramahi katanya. Tapi kita semua masih bisa SMS an dan telfon2an dari luat gedung loh..hehe..(ditahan benaran g sih?) Sebentar duduk didepan ruang tertutup bertuliskan “SELAMAT DATANG”,,sambil mencoba mencuri dengar apa yang terjadi di dalam, tapi kok yang didengar malah tepuk tangan ya? Ini benar ditahan nggak sih? Sadar akan lama, turun lagi sambil membawa snacknya, kesamping gedung untuk SHOLAT. Tempat Sholat memang tempat yang paling saya suka, sejuk,,,tak berapa lama selesai sholat, temen-temen yang ditahan udah pada turun untuk SHOLAT. Alhamdulillah, dikasih waktu untuk SHOLAT. Selesai SHOLAT, kembali bersama teman-teman yang nunggu,,,eh,,,ternyata snacknya dimakan semua. Katanya, mereka yang ditahan udah pada makan, nasi padang. Huh!! Kita yang nunggu malah kelaparan..hiihh….ya sudahlah tak apa,snacknya kita makan aja. LAPAR…pengen langsung pulang karena yang ditahan baik-baik saja,,tapi,,Upz, kunci motor dan STNK juga tertahan deh…otomatis kudu nunggu mereka keluar. Jam 2 lebih 14 an menit,,,semuanya keluar!! Alhamdulillah,,suasananya kayak menyambut orang darimana gitu. Heboh banget..menyambut mereka dengan tawa ceria. Kunci motor, STNK dapat, langsung meluncur ke gedung HMI untuk mengambil karisma dan Hiu ku tercinta (mereka menemaniku saat hujan ataupun panas, saat kekampus tiap hari ataupun keluar kota, saat kemana2 mereka selalu ada), setelah SMS teman yang meminjam Hiuku dan meninggalkan pengganti,,karisma dan Hiu langsung meluncur ke jalan Kenang no6 B, Purbayan, baki, Sukoharjo….Alhamdulillah…saatnya istirahat, menunggu bapak pulang (harus jemput karena bapak baik bus) dan kembali beraktivitas ba’da ashar. Hari ini benar2 Rihlah, RUHIYAH dan ke POLTABES. Hehehe..Yakin,,,,Ada HIKMAH dibalik semua kejadian, yang jelas, “BerJUTA kali turun AKSI, bagiku satu LANGKAH PASTI!”
Oya, Sore ada beberapa SMS masuk menyakan kabar mereka yang AKSI, katanya diTV ngeri, dipukul dan lain sebagainya,,,(tapi suasana di POLTABES ceria kie..) saya jawab,,lihat diBLOGku besok..hehehe…

ria dan bapak
Siapa dia?
Dia adalah orang yang menempati huruf pertama dari singkatan CS_ARB. Namanya Chusnan. Cukup singkat, konon ceritanya, sang ibu mendapat pesan dari sang ayah bahwa nanti ketika lahir anaknya diberi nama Muhammad Chusnan, tapi karena ketika lahir sang ayah tidak menemani (harus kerja di luar kota) dan sang ibu lupa dengan nama Muhammad, maka cukup singkat namanya “CHUSNAN”. Saya belum mencari arti nama itu di kamus, tapi mungkin saja artinya “baik”. iya?
CHUSNAN…setidaknya, laki-laki itulah yang saat ini menempati urutan kedua dari semua laki-laki yang ada di hati saya (untuk saat ini). Kenapa? Karena dialah yang selalu ada untuk saya, apapun kondisi saya. Dialah yang menghibur dengan pesan-pesan indah ketika hati ini gundah, dialah memberi support LUAR BISA hingga saat ini Ria menjadi seperti ini, dialah yang selalu melindungi meskipun saya tahu terkadang ia pun Lemah.
He is my Father!!!
3 Maret 2009,
Genap sudah setengah abad ia lahir dan hidup di dunia ini. Dengan segala dinamikanya . Dilihat dari fotonya ketika masih muda, Bapak lebih ganteng waktu sudah tua. Hehehe…. Saya cukup mengenal dan bangga dengannya. Beliau adalah laki-laki yang sangat bertanggungjawab dengan keluarganya. Sudah 26 tahun beliau mengabdikan diri untuk keluarganya. Memang beliau “galak” (itulah yang akhirnya menurun ke ria), tapi saya tahu ketika beliau marah itu hanya karena menginginkan yang terbaik buat semua.
Met Milad Bapak…..semoga apa yang kau cita dan cintakan tercapai, terimakasih untuk semua pengorbananmu bagi keluarga ini.
Teruntuk : bapakku tercinta yang dengan cucuran keringat dan darahmu aku bisa berdiri tegak, yang dengan rengkuhanmu aku bisa merasakan perlindungan, yang dengan tatap tajammu aku tahu tindakan mana yang benar, terimakasih….bapak…
Di jurusan Matematika Fakultas MIPA, tempat saya menuntut ilmu sekarang, 3 Maret adalah batas pengumpulan proposal Final Project (Tugas Akhir) untuk periode I semester ini. Bismillah,,,meskipun banyak kata yang simpang siur (antara mendukung dan tidak), ingin kuhadapi dengan DOA dan IKHTIAR. Biarkan ALLAH saja yang menentukan, karena saya YAKIN, KETENTUAN ALLAH adalah yang TERBAIK!!
Meskipun doa ini Nampak panjang
Ini sekedar dirancang
Untuk memohon doa restu
Agar diberi kedamaian dalam pikiran
Buatlah para pewawancara menjadi gesit
Perkecillah rintangan – rintangan
Sehingga pelanggan tidak sekedar ditemui
Dan menutup kontrak dengan toserba yang selalu ramai
Berikan pewawancara latihan
Dan membuat mereka ikut aturan
Buatlah penyedia bekerja untuk mengawasi
Dan buatlah responden cepat tanggap
Buatlah instruktur kuisioner diikuti
Materi masalah dimengerti
Pertanyaan kunci tidak diabaikan
Dan responden mau membuka diri
Semoga pasar tidak berubah
Sekali persetujuan telah dibuat
Ataupun kuisioner harus dirubah
Pada waktu cetakan telah lunas dibayar
Biarkan studi tidak diganggugugat
Tetap seperti rancangan apa adanya
Buatlah buku kode tidak pernah dikritik
Berisi snadi-sandi yang telah dikombinasikan
Buatlah kelompok focus selalu sibuk
Biarkan pemimpinnya tetap bertugas
Tanpa tenaga lapangan yang menarik diri
Sehingga ruang serbag guna selalu penuh
Biarkanlah seluruh produk dikapalkan tepat waktu
Semoga botol kemasan tidak pernah bocor
Buatlah label produk tetap lekat jadi Satu
Dan kartun kemasan selalu kuat terpadu
Sempurnakanlah panel uji yang sudah sesuai
Hindarkan dari badai atau banjir atau benturan
Jangan ada orang yang mencuri produk uji
Rak batang persediaan jangan terlalu rendah
Biarkan rangkaian took menolak
Asalkan kerjasama tetap terbuka
Dan semoga persaingan yang tidak pada tempatnya
Tidak mengganggu uji pasar
Biarkan REGRESI menunjukkan hubungannya
Dan sia – sia buangan terpendam
Semoga computer tidak rusak
Sebelum laporan usai
Perubahan yang dialami dapat ditukar
Kesalahan masih dapat terkendali
Dan norma – norma selalu siap uji
Dan semua hasilnya tanpa cela
Usahakan prioritas utama selalu tepat waktu
Laporkan segera melalui surat
Dan pelayanan sindikat tidak mengecewakan
Sehingga jadwal bulanan berjalan dengan padu
Buatlah keputusan secara logis
Semuanya ditelepon secepatnya
Dan penerapan riset
Dilakukan satu kali atau dua kali
Buatlah permintaan merk sederhana
Teleponkan semua secepatnya
Pertanyaan selalu terjawab tanpa cela
Jawaban yang kembali tiba sesuai rencana
Semoga pekerjaan mendapat restu
Sehingga pekerjaan lapangan dapat dimulai
Dan jika seseorang bersalah, pastikan
Pekerjaan bisa terus berjalan
Berilah dukungan terhadap ulasan kelompok merk
Sehingga pengelola keuangan menjadi sadar
Dan para pemasok makin cepat tanggap
Departemen Litbang bisa beristirahat
Buatlah para wiraniaga puas
Dengan riset yang ada di wilayah mereka
Dan usahakan manajemen mau waswas
Terhadap nilai kerja dalam kelompok kita
Tetapi jika semua tak mungkin terjadi
Apakah benar-benar di luar lini
Meminta menghadapi sekali lagi
Sebuah krisis pada suatu ketika
Sumber : Dauglas Hanaver, analisis senior pemasaran, Texize Chemicals Co., Greenville, S.C, Dicetak ulang dari Newsletter, Association for Consumer Research, vol II, no 4, hal 14, desember 1981

